Ruben Karel Sanadi, Talenta Papua yang Terlupakan

Selasa, 23 Oktober 2018 16:12 WIB

Membahas sepak bola Indonesia, tentu tidak lepas dari para talenta lapangan hijau. Talenta ini bisa ditemui di berbagai SSB (Sekolah Sepak Bola) yang kini sudah ada di setiap daerah di Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencari bibit-bibit individu pesepak bola berkualitas dari mulai level junior hingga senior yang kini kita sudah bisa kita saksikan dalam berbagai ajang kompetisi sepak bola di Indonesia. Hampir dipastikan bahwa dari segi kualitas pemain, Indonesia mungkin bisa dibilang salah satu Negara yang menghasilkan talenta pesepakbola muda terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Berbicara tentang talenta sepakbola, tentu tidak bisa lepas dari wilayah paling Timur Indonesia, yaitu tanah Papua. Tanah yang dikenal sebagai Surganya Indonesia ini juga memiliki sejumlah klub sepak bola profesional yang bermain di Liga Indonesia. Sebut saja klub seperti Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persiwa Wamena yang mayoritas dihuni oleh talenta-talenta sepak bola asal tanah Papua sendiri. Tentu kita mengenal sosok seperti Boas Sollosa, sosok penyerang legendaris asal Papua ini menjadi sosok penting ketika Persipura Jayapura berhasil menjuarai kompetisi Liga Indonesia modern pada musim 2010/2011 dan musim 2012/2013. Bahkan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut berhasil menembus Semifinal AFC Cup musim 2012/2013. Sungguh prestasi yang membanggakan bagi Indonesia dan Papua.

Keberhasilan Persipura Jayapura tentu tidak terlepas dari kerja sama para pemainnya, mulai dari posisi Penjaga Gawang hingga Penyerang harus bisa saling berkoordinasi dengan baik. Menurut pengamatan saya, posisi yang paling sulit, menguras konsentrasi dan membutuhkan stamina yang prima adalah posisi Bek Sayap. Bek Sayap sendiri dituntut untuk membantu penyerangan sekaligus turun kebelakang ketika klubnya mendapat serangan dari lawan. Umumnya di Indonesia, posisi Bek Sayap Kanan mudah dicari dan di isi karena mayoritas kaki andalan pemain Indonesia adalah kaki kanan, sedangkan untuk posisi Bek Sayap Kiri seringkali menemukan kesulitan dalam pemilihan pemain, baik ketika di level klub maupun di level Timnas Indonesia, karena salah satu hal yang harus dikuasai Bek Sayap Kiri adalah mampu memberikan umpan dan tendangan melalui kaki kirinya.

Ruben Karel Sanadi adalah salah satu pemain Bek Sayap Kiri andalan Persebaya Surabaya yang merupakan putra asli dari tanah Papua. Karir Ruben bisa dibilang cukup baik dan selalu stabil dalam tahun ke tahun. Sebelum membela Persebaya Surabaya, pemain yang kini berumur 31 tahun tersebut juga turut mengantarkan Persipura Jayapura ketika berhasil menjuarai Liga Indonesia dan mengantarkan Persipura Jayapura hingga ke Semifinal AFC  pada tahun 2013. Kegemilangannya bersama Persipura Jayapura membuat Persebaya Surabaya memboyong pemain asal Biak tersebut pada musim kompetisi 2017/2018.

Pemain yang memulai karirnya pada tahun 2007 ini memiliki tinggi badan … cm, sebuah keuntungan Ruben untuk dapat berlalri cepat membantu penyerangan sekaligus turun membantu pertahanan dengan cepat ketika klubnya sedang diserang. Ruben juga pemain yang tak kenal lelah. Hal ini ditunjukkannya dengan selalu menempati tempat pertama posisi Bek Sayap Kiri ketika membela Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya. Namun kegemilangannya di level klub, tidak menjamin Ruben untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia. Sepanjang karirnya berkiprah di sepak bola Indonesia, Ruben hanya beberapa kali dipanggil oleh Timnas Indonesia, yaitu pada tahun 2009 ketika membela timnas U-23 dan pada tahun 2013 ketika membela timnas senior (sumber wikipedia). Setelah itu, karir Ruben di timnas hanya sebatas sebagai pemain cadangan dan kurang begitu diminati oleh pelatih-pelatih Timnas Indonesia.

Menurut pendapat saya, Ruben Karel Sanadi adalah salah satu Bek Sayap Kiri terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Kemampuannya dalam mengirimkan umpan matang, tendangan yang keras, akselerasi yang cepat serta dengan stamina yang selalu prima dalam menyerang dan bertahan merupakan keunggulan Ruben dibandingkan dengan pemain lain di posisi yang sama. Mungkin satu-satunya kendala Ruben dalam memperkuat timnas adalah  umurnya yang sudah berkepala tiga (31). Hal ini yang mungkin diragukan oleh pelatih-pelatih kepala Timnas Indonesia untuk memanggilnya kembali. Namun nyatanya, Ruben masih salah satu pemain yang bermain stabil dan penuh kerja keras dalam membela klub yang ia bela. Terbukti hingga saat ini ia selalu dipercaya sebagai starter di posisi Bek Sayap Kiri Persebaya Surabaya.

Indonesia tidak hanya kaya dari segi Sumber Daya Alamnya, dari Sumber Daya Manusia, khususnya di bidang sepak bola juga kaya akan talenta-talenta yang berbakat. Ruben Karel Sanadi adalah salah satu contoh talenta berbakat asal Papua yang jasa dan keahliannya sedikit terlupakan oleh Timnas Indonesia. Keahliannya dalam mengolah kulit bundar di posisi Bek Sayap Kiri kini mulai digantikan dengan para pemain muda. Namun di sisi lain, kita juga patut bersyukur bahwa timnas Indonesia tidak kehabisan talenta sepak bola muda dan berbakat untuk mengisi segala posisi, terutama di posisi Bek Sayap Kiri. Saya berharap untuk kedepannya PSSI lebih bisa menyeleksi pemain secara merata dari berbagai daerah di Indonesia. Karena saya percaya, bahwa jauh di pelosok negeri ini masih banyak potensi pemain-pemain berbakat yang ingin memmperkuat Timnas Garuda dan membela atas nama Sang Saka Merah Putih.

Penulis: Mochamad Nizar Romadhan

Berita Terkait