Satu Amunisi Tulehu Untuk Merah Putih

Selasa, 23 Oktober 2018 16:05 WIB

Salam Sepakbola nasional, perkenalkan nama saya Chandra Gunawan, saya berasal dari Surakarta Jawa Tengah. Bersama artikel ini saya ingin mengutarakan kehebatan pesepakbola idola saya ini.

MUHAMMAD ABDUH LESTALUHU, pemuda kelahiran 16 Oktober 1993 ini adalah satu dari sekian pemain orbitan asal Tulehu Maluku yang menjadi deffender andalan Timnas Indonesia. Ya saudara kembar Rafid lestaluhu sekaligus Keponakan pemain Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu ini dalam kurun waktu 2 tahun terakhir selalu menjadi langganan Timnas Indonesia untuk mengawal pos bek kiri, gaya main yang lugas tanpa kompromi dan juga memiliki umpan silang swing yang memanjakan para striker adalah gaya ciri khas pemain satu ini.

Saya mulai mengenal permainan Abduh Lestaluhu adalah ketika ia berhasil membawa Persija Jakarta u21 finis di posisi 4 besar, berkat penampilannya yang memukau membuat deffender muda ini dilirik pelatih Persija Jakarta Iwan Setiawan untuk promosi ke tim senior, Saat musim ISL 2013 Persija Jakarta mengalami krisis finansial yang sangat parah, alhasil pemain senior macam Precious emujuraye , Leo Saputra, Johan Juansyah, Ramdani Lestaluh, hingga Bambang Pamungkas memilih meninggalkan klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Dengan hengkangnya pemain bintang Persija membuat para pemain muka baru seperti Syahrizal, Adixi Lenzivio ,dan Abduh lestaluhu untuk tampil unjuk gigi. Di awal musim berbaju Oranye Abduh lestaluhu selalu menjadi Starter dibawah asuhan Coach Iwan Setiawan musim ISL 2013 masa itu, pekan awal merupakan masa yang sangat sulit bagi Abduh Lestaluhu, menjadi pemain inti di awal putaran pertama ISL 2013 penampilan Abduh dinila mengecewakan, Persija yang hanya di isi pemain muda terperosok di zona merah (degradasi), tim oranye terambang kegelapan masa itu. Namun disela Masalah itu Abduh mendapat banyak pelajaran yang dia petik dan dia mulai terus belajar.

Putaran 2 ISL 2013 posisi Abduh di tim inti mulai jarang diturunkan bergantinya pelatih kepala Iwan Setiawan yang digantikan Benny Dolo sekaligus datangnya Johan Alfarizi membuat Abduh harus menjadi penghangat bangku Cadangan.

Musim ISL 2014 menjadi awal cerah bagi karir Abduh Lestaluhu, iya sedikit Flash back di kompetisi ISL 2014 ini Abduh dipasang sebagai sayap kiri, seiring berjalanya waktu Abduh Lestaluh semakin memberikan performa yang menjanjikan, ia selalu menjadi pilihan utama Coach Bendol di tim utama Persija. Memiliki daya sprint cepat dan umpan yang akurat menjadi kelebihan Abduh Kala itu. Walau gagal membawa Persija Jakarta lolos ke 8 besar namun penampilan Abduh mulai memikat hati pelatih Timnas U23 Indonesia untuk disertakan dalam skuad Sea Game 2015 Singapura.

Tahun 2015 menjadi tahun yang kelam bagi Sepak bola Indonesia, FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Persepakbolaan Indonesia, namun beruntung Timnas U23 indonesia masih bisa ikut berpartisipasi di Sea Game Singapura saat itu, tampil memukau di kompetisi Liga domestik membuat Abduh Lestaluhu mendapat jatah Full untuk mengawal tembok pertahanan Timnas u23 Sea Game, berkat aksi impresifnya Abduh turut mengantarkan Garuda menuju partai final. Namun sayang penampilan Timnas Garuda harus keok dibabak Final setelah dikalahkan Tahiland  u23.

Pasca menyabet medali perak di Seagame singapura 2015, Abduh lestaluhu memilih banting stir menjadi Tentara, ya , tentara merupakan impiannya dimasa kecil selain sepakbola, Namun takdir berkata lain ,bak gayung bersambut Tim TNI membentuk tim sepakbola yang bernama PS TNI yang bermarkas di Bogor untuk mengikuti turnamen Indonesian Soccer Championship A 2016, bersama Tim PS TNI, Abduh Lestaluhu selalu menjadi kepercayaan Eduard Tjong, Abduh menjadi sosok sentral di lini pertahanan PS TNI bersama Manahati dan Ravi Murdianto, Namun karena PS TNI tidak memakai jasa pemain asing tim ini harus puas menjadi juru kunci di akhir musim.

Selepas indonesia terbebas dari sanksi FIFA, Timnas Indonesia Senior ikut berpartisipasi Ajang AFF 2016, dalam pemilihan pemain untuk memperkuat Timnas, pelatih kepala ALFERD RIDLE kembali memanggil pemain muda asal Tulehu ini, ya Abuh Lestaluhu menjadi bek kiri yang berhasil menggeser nama nama seperti Zulkifli Syukur , Supardi Natsir dan lainya untuk mengisi posisi tersebut. Bermain di piala AFF 2016 Abduh menunjukkan performa yang luar biasa, ia menjadi tokoh sentral di jantung pertahanan Timnas bersama Andrytani, Fahrudin, Hansamu dan juga Beny Wahyudi, Timnas senior hanya kebobolan sedikit gol. Abduh juga turut mengantar Timnas menuju partai Puncak, Ya di partai puncak lagi lagi Timnas harus menghadapi rival Tahiland, kita tau Rajanya sepakbola Asia Tenggara Tahiland sudah menyabet gelar 4 kali dalam ajang prestisius 2 tahunan asean tersebut.

Di Leg pertama indonesia berhasil menandukkan perlawanan Tahiland dengan skor 2-1, dalam laga itu Abduh juga menjadi pemain tersibuk kala menahan serangan Terasil Dangda CS, bermain di Stadion Pakansari Bogor, Indonesia mengalahkan Tahiland berkat 2 goal Hansamu dan Fachrudin .Namun sayang indonesia harus mengubur mimpi dalam dalam untuk menjadi juara, setelah dikandaskan di leg 2 yang berlangsung di Rajamanggala stadium Tahiland dengan skor 2 – 0.

Momen yang paling ingat dalam memori kita adalah ketika Abduh Lestaluhu menghunjamkan Bola ke bench official Tahiland, Saat indonesia tertinggal 2 gol , para pemain Tahiland justru mengulur ulur waktu, Emosi memuncak dari Abduh Lestaluhu tak tertahan. Selepas Menendang bola keras ke arah bench Tahiland, Abduh langsung di kartu merah wasit. Dengan muka kesal Abduh meninggalkan lapangan Pertandingan.

Ya, Meskipun mengalami hal kontroversial dari Laga final itu namun penampilan dan mental tandang patut di acungi jempol, Abduh menjadi pemain dengan gaya lugas dan tanpa kompromi saat mengawal lini pertahanan.

Kini Abduh Lestaluhu kembali dipanggil Bima Sakti untuk menggantikan Posisi Rezaldi Hehanusa di ajang Piala AFF 2018. Kita berdoa saja agar Indonesia menjadi Juara AFF 2018 ini...SEMANGAT ABDUH LESTALUHU....SIAPA KITA?? INDONESIA

Penulis: Chandra Gunawan

Berita Terkait