Sisi Lain


Drawing Liga 2: Realita Yang Sesungguhnya

25 August 2020   16:57:17
Drawing Liga 2: Realita Yang Sesungguhnya

SHOPEE LIGA 1 2020

Oleh: Hanif Marjuni
Media and Public Relation PT LIB

 

Coba Anda tengok ke belakang. Minimal lima tahun yang lalu. Mungkin Anda akan menemukan fakta yang sama soal Liga 2. Kompetisi kasta kedua ini, pada saat babak penyisihan, biasanya hanya dibagi dua grup. Dasar pembagiannya, faktor geografis; wilayah barat dan timur. 

Fakta itu sempat berlanjut pada tahun 2020 ini. Awal Liga 2 2020, format kompetisi masih sama. Ada 12 klub di wilayah barat dan 12 klub di wilayah timur. 
Apa lacur, situasi cepat berubah. Pandemi Corona mencuat kala pertandingan baru memasuki pekan pertama. Malah, ada banyak klub yang belum sempat melakoni pertandingan. Rencana pun bergeser.  

Fenomena global itu memaksa Liga 2 2020 terhenti di awal. Untuk beberapa saat. Lalu, dimulai lagi dengan format yang berbeda. 

Murni karena alasan efisiensi, keamanan, dan pertimbangan protokoler kesehatan, Liga 2 dilanjutkan lagi dengan fromat single round robin. Dibagi menjadi empat grup.

Nah, persoalan pelik muncul. Pembagian peserta pada masing-masing grup plus penentuan tuan rumah, menjadi perkara yang sangat mengganjal di awal. Membagi dan menentukan semuanya berdasarkan faktor geografis, jelas tidak fair. Banyak pro dan kontra yang akan bermunculan.

Jurus jitu pun, dilakukan. 
Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuka peluang bagi klub yang berminat menjadi tuan rumah babak penyisihan. Tentu saja, ada konsekuensi yang harus ditanggung. Di antaranya harus menyediakan transportasi lokal dan hotel bagi klub-klub yang menjadi tamunya.

Dalam situasi pandemi, itu tak mudah. Klub harus berpikir berulang kali untuk menentukan sikap (baca: menjadi tuan rumah). Maklum, ongkos yang harus dikeluarkan terbilang besar. 

Satu lagi, tak ada jaminan tuan rumah akan lolos ke babak berikutnya. Ingat, semua pertandingan digelar tanpa penonton. Ya, sama dengan Liga 1 2020, dihelat tanpa penonton! Bisa diartikan dalam satu pertandingan, hanya ada sekitar 272 orang di dalam stadion. Itu sudah termasuk perangkat pertandingan, kru televisi, sampai dengan media peliput.

Gayung bersambut. Setelah diumumkan secara resmi, jumlah peminat yang mau menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Liga 2 2020 ternyata menyusut. Sempat ada 6 tim yang berminat. Namun, pada hari H atau pada saat melakukan drawing, satu calon tuan rumah mengundurkan diri. Tinggal lima tim yang berminat.

Karena menyisakan lima peminat, hanya satu tim nantinya yang gagal menjadi tuan rumah. 

Setelah dilakukan undian, Sulut United gagal menjadi tuan rumah. Sedangkan empat tim yang terpilih ialah PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Badak Lampung FC, dan PSCS Cilacap. 

Kemudian, untuk peserta pada masing-masing grup, juga dilakukan undian. Semuanya. Ada 20 tim. Tanpa kecuali. 
Di titik ini, tak ada gejolak. Maklum, undian atau official drawing Liga 2 2020, dilakukan secara transparan. Bisa disaksikan secara langsung via Youtube dan dihadiri langsung oleh 15 media.

Boleh jadi, dalam sepuluh tahun terakhir, inilah untuk pertama kalinya tuan rumah dan peserta pada masing-masing grup diundi secara langsung. Undian pun dilakukan tanpa sistem plot seperti yang lazim dilakukan di FIFA. Tak ada kriteria tim unggulan atau tim di kasta kesekian. 

Kenapa undian dilakukan tanpa sistem plot? Pertimbangannya sederhana. Pertama, apa yang menjadi dasar penentuan jika undian dilakukan per plot. Adakah rujukan yang valid untuk menentukan kriteria tertentu bagi masing-masing klub? Dalam situasi pandemi Corona, semuanya ambigu. Dan, sumir. 

Sekali lagi, rasanya tak elok membagi plot sebelum diundi, berdasarkan kriteria tertentu. 

Sekali lagi, dalam situasi seperti saat ini, pertimbangan aspek geografis, prestasi terakhir, atau materi pemain, akan selalu menjadi perdebatan yang sulit menemukan titik temu.

Syukur, alasan itu diterima oleh klub. 

Kini, semua dikembalikan ke masing-masing kontestan. Tinggal fokusnya saja yang perlu ditata. Patut dicatat, lawan yang akan dihadapi pada masing-masing grup, sudah diketahui. Begitu pula tanggal kick-off; 17 Oktober 2020. 

Terlepas dari itu semua, Liga 2 memang kompetisi kasta kedua. Tapi soal persaingan, tak bisa dipandang sebelah mata. Ada banyak klub yang merindukan bisa lolos ke final. Lalu, musim depan bisa merasakan ketatnya kasta utama. 

Sudah siapkah tim Anda?