Sisi Lain


Nikmati Bersama Suasana Yogya..

31 July 2020   13:35:04
Nikmati Bersama Suasana Yogya..

SHOPEE LIGA 1 2020

Oleh: Hanif Marjuni
Media and Public Relation PT LIB

 

Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Yogya

Petikan di atas merupakan lirik lagu legendaris karya KLA Project. Lagu dengan judul Yogyakarta itu melejit pada tahun 1991. Bahkan pernah mendapatkan penghargaan BASF Award untuk kategori lagu terbaik pada periode itu. Malah, majalah musik Rolling Stone Indonesia, menempatkan lagu itu di peringkat 16 dalam daftar 150 lagu Indonesia terbaik.

Oleh sang pencipta lagu, Katon Bagaskara, lagu itu diunggah untuk mengambarkan Yogyakarta yang sebenar-benarnya. Penduduknya ramah dan punya beragam budaya yang khas. 

Secara kebetulan, Katon juga keturunan Yogyakarta.

Lirik dalam lagu Yogyakarta itu, jika dianalogikan, sama dengan apa yang dirasakan kru PT Liga Indonesia Baru (LIB) saat menyambangi Yogyakarta. Kebetulan, dari tanggal 27-30 Juli 2020, tim PT LIB menghadap beberapa petinggi atau pejabat di Yogyakarta. 

Sekadar mengingatkan, sampai saat ini sudah ada enam tim kontestan Shopee Liga 1 2020 yang memilih kandang di Yogyakarta. Yakni PSM Makassar, Borneo FC, Persiraja Banda Aceh, Persija Jakarta, Bali United, dan PSS Sleman. Jumlah itu bisa jadi bertambah. Tergantung situasi dan kondisi.

Itu artinya, ketika kompetisi Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan lagi, tiap pekannya, akan ada pertandingan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Entah itu di Stadion Sultan Agung (Bantul) atau Stadion Maguwoharjo (Sleman).

Lantas, apa sejatinya tujuan utama tim PT LIB ke Yogyakarta? “Kami ingin kulo nuwun. Menyamakan persepsi dan pemahaman dengan Muspida Yogya. Tentu, tujuan utamanya untuk mendapatkan restu soal bergulirnya lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2,” jelas Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

“Kami juga menjelaskan banyak hal tentang pelaksanaan lanjutan kompetisi. Terutama tentang protokoler kesehatan,” tambah Direktur Operasional, Sudjarno. 

Gayung bersambut. Pertemuan kami dengan beberapa petinggi DIY berjalan mulus. Memang sempat ada kendala untuk bertemu beberapa petinggi karena jadwalnya yang padat. Namun usai dinegosiasi, akhirnya semua bisa menerima. Bisa langsung bertatap muka.

Pertemuan pertama bermula dengan Kapolda DIY, Selasa (28/7) siang. Sehari setelahnya, agenda kegiatan sangat padat. Pagi jam 08.00 WIB, diterima Sekda DIY di kantor Pemprov DIY. Dua jam kemudian, kami menghadap Bupati Bantul di kantor Pemkab Bantul. Setelah itu, jam 13.00 WIB, kami diterima Sekda Sleman di kantor Pemkab Sleman. Sore hari atau sekitar pukul 16.30 WIB, kami diskusi santai dengan Asprov DIY selama dua jam. 

Tak berhenti di situ. Masih pada hari yang sama, Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB, kami masih melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah bareng beberapa media peliput sepak bola di DIY dan sekitarnya. Kegiatan itu dilakukan selama dua jam.

Itu artinya, dalam sehari kami melakoni empat pertemuan sekaligus. Baik secara formal dan informal.

Hasilnya pun memuaskan. 

Nyaris semua memberikan respon positif. Sekda DIY misalnya. Mereka menyampaikan bahwa tidak ada persoalan dengan digulirkannya lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Syaratnya, mematuhi protokoler kesehatan secara ketat dan disiplin.

Hal yang sama juga diutarakan Bupati Bantul dan Sekda Sleman. Keduanya akan memberikan dukungan penuh. Malah, Sekda Sleman mengisyaratkan mau membantu hal-hal pendukung lainnya. Seperti negosiasi harga hotel sampai dengan kemudahan mendapatkan lapangan latihan.

“Ada beberapa tempat latihan yang mumpuni. Beberapa malah baru dibuka,” jelas Sekda Sleman, Hardo Kiswoyo. 

Idem ditto dengan penjelasan dari Asprov PSSI DIY. Memang, pertandingan akan digelar tanpa penonton. Tapi saat mendengar Yogya dipilih untuk home base beberapa tim Liga 1, mereka bungah. Minimal bisa memicu geliat sepak bola DIY. Terutama kompetisi Liga 3.  “Terima kasih kepada LIB. Ini untuk pertama kalinya operator kompetisi profesional, mau datang dan berdiskusi dengan kami,” ujar Syauqi Suratno, Ketua Asprov PSSI DIY.   

Ya, jika dipikir-pikir, hajatan lanjutan Shopee Liga 1 2020 itu seperti simbiosis mutualisme. Operator dan kontestan kompetisi, butuh restu dari Muspida DIY dan jajarannya. Sementara Yogya butuh trigger untuk kembali normal usai menghadapi situasi yang tak normal. 

Ingat, selama pandemi Corona, pariwisata DIY lumpuh. Salah satu dampaknya, hotel-hotel belum sepenuhnya aktif lagi. Kalau pun ada hotel yang sudah buka, tingkat huniannya rendah. Seperti yang dibeberkan manajer pemasaran salah satu hotel berbintang empat di Yogya, tingkat hunian sekitar 20 persen pada weekend itu, sudah bagus. Bagaimana dengan week days? “Lima tamu di week days itu sudah bagus. Padahal kami punya 130 an kamar,” kata sang manajer pemasaran itu.

Pertanyaannya, apakah dengan bergulirnya lanjutan kompetisi akan membawa dampak positif bagi banyak aspek di Yogyakarta dan sekitarnya? Wallahu A'lam Bishawab.
 
Kembali ke soal hasil kegiatan di Yogyakarta.

Setelah mendapatkan respon yang menyenangkan dari berbagai pihak di DIY, kami senang. Kami bungah. Bersyukur, Alhamdulillah.  
Seperti biasa, kami lanjutkan dengan wisata ragam kuliner plus menikmati keramahan sang penjajanya.

Semoga, mulai 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021 nanti, pecinta bola bisa menikmati Liga 1 di Yogyakarta. Tentu dengan segala khazanah budayanya.

‘Nikmati Bersama Suasana Yogya.’



?>