Sisi Lain


Perjalanan Darat

07 September 2020   17:28:57
Perjalanan Darat

SHOPEE LIGA 1 2020

Oleh: Hanif Marjuni

(Media and public Relation PT LIB) 

 

Sejak akhir 2017 saya bekerja di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Selama itu, saya sudah mendatangi beragam kota di seluruh penjuru Indonesia. Terutama kota-kota yang menjadi home base klub Liga 1 atau Liga 2.

Sebagian besar perjalanan ke beragam kota tersebut ditempuh lewat jalur udara. Termasuk antarkota yang berada di Pulau Jawa. Contohnya, dari Jakarta menuju Yogyakarta, Surabaya, Semarang atau Malang.

Situasi yang agak berbeda pada lanjutan Shopee Liga 1 2020-2021 ini. Mengawali kompetisi lanjutan, beberapa koordinasi awal yang harus dilakukan LIB, berlokasi di Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Semua ditempuh lewat perjalanan darat. 

Ya, perjalanan darat. Suueer!

Itu saya alami secara langsung saat menemani Direkrut Utama PT LIB, Ir. Akhmad Hadian Lukita, MBA, QWP dan Direktur operasional LIB, Irjen Pol (P) Drs. Sudjarno ketika berkoordinasi dengan beberapa pihak pengamanan. Di antaranya kala audiensi dengan Kapolda DIY di Yogyakarta, Kapolda Jateng di Semarang, dan Kapolda Jatim di Surabaya. 

Menariknya, setiap kali tiba di kota yang dituju dan bertemu dengan jajaran yang dimaksud, sering kali banyak yang tertegun. Terheran dengan putusan kami yang memilih transportasi dengan jalur darat. Bukan jalur udara. 

Ada yang salut, seolah-olah tak percaya. Ada yang memuji, ada juga yang mungkin merespon biasa-biasa saja. Bukannya apa apa, standar di sepak bola, biasanya menuju kota-kota tersebut menggunakan jalur udara dengan beragam maskapai pilihan. Itu yang acap kali dilakukan klub-klub Liga 1. 

Apa yang membuat rombongan LIB memilih jalur darat?

Betul. Salah satu faktor memilih jalur darat dikarena situasi di banyak kota yang masih berkutat dengan pandemi Corona. Dengan kata lain, agar tidak ribet. Aman.

Sejujurnya, bukan itu alasan yang paling menentukan. Ada alasan logis lain yang membuat kami mencoba memutuskan jalur darat.

Begini mikir sederhananya.

Pada saat kompetisi Shopee Liga 1 2020 berlanjut lagi, sebagian besar klub akan menjalani pertandingan tandang dengan menggunakan jalur darat. Masing-masing klub akan menggunakan dua bus untuk menuju kota yang akan dituju.

Sengaja menggunakan dua bus agar memenuhi protokoler kesehatan yang sudah ditentukan. Meski sejatinya dengan satu bus, satu rombongan klub terhitung sudah cukup.

Di persoalan ini, dengan lewat darat, LIB akan memahami dan merasakan bagaimana susahnya tim saat melakoni laga away dengan mengendarai bus. Dengan begitu, bisa menghitung dan memperkirakan kendala atau persoalan apa pun saat memilih jalur darat.  

Lebih dari itu, kami juga ingin memastikan, bahwa dalam situasi saat ini, putusan memilih jalur darat, bukan pilihan yang memberatkan bagi kontestan. Minimal, menjadi pilihan yang paling ideal di tengah situasi Extraordinary.

Bhayangkan misalnya Arema FC ketemu dengan Persita Tangerang. Mereka harus lewat darat dari Malang ke Tangerang. Jika lewat jalur tol, kurang lebih butuh 8-9 jam perjalanan. Belum lagi saat Persib Bandung melawat ke kandang tim-tim asal Jawa Timur. Sama-sama butuh sekitar 8-9 jam perjalanan.

Jika dibandingkan dengan jalur udara, jelas kontras. Malah kurang fair. Rata-rata perjalanan antarkota di Pulau Jawa, butuh waktu 1-2 jam perjalanan udara. Tapi, persoalannya, siapa yang bisa menggaransi akan ‘aman’ ketika bolak-balik di bandara pada setiap pekannya?

Siapa yang bisa menjamin para pemain dan ofisial bakal tak jenuh bila setiap mau away harus stand by di bandara 3 jam sebelum berangkat dan menjalani rapid test terlebih dulu? Belum lagi banyaknya dokumen yang harus diisi setiap berada di bandara. 

Tentu, menghadapi fakta seperti ini, klub harus memikirkan banyak hal. Berpikir jernih, positif dan cerdas. Bukan melulu berpangkal pada aspek transportasi cepat, murah dan mudah. Tapi ada kalanya harus memikirkan yang minim risiko, aspek recovery pemain, keamanan dari pandemik corona, sampai yang detil lainnya.

Apakah alasan itu terkesan lebay? Monggo, berpendapat apa pun diperkenankan. Hak setiap orang untuk menilainya.

Tapi, kami meyakini, dengan mencoba lewat darat tersebut, putusan kami yang membuat beberapa jadwal pertandingan tim dengan format dua kali home lanjut dua kali away, akan sangat membantu para kontestan. Minimal, klub akan sangat mudah untuk menghitung semuanya. 

Lalu, mengambil setiap keuntungan dari perjalanan darat.

Silakan, dipertimbangken.



Sisi Lain

Pasukan Borneo FC Siap Tempur
27 September 2020   12:32:29

Commercial

?>