8 Emulator iOS Paling Ringan

Mahalnya perangkat Apple membuatnya tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan. Namun ada solusi untuk masalah yang satu ini. Yaitu dengan menggunakan emulator iOS. Meskipun tidak sebanyak emulator android, namun ada beberapa emulator untuk iOS terbaik yang bisa dijalankan untuk PC.

Emulator iOS sendiri adalah sebuah emulator yang bisa digunakan untuk menjalankan sistem iOS di sistem operasi lain seperti Windows. Emulator ini umumnya dipakai untuk menguji coba aplikasi atau program iOS sebelum dirilis. Bagi Anda yang ingin mencoba, berikut kami berikan beberapa rekomendasi emulatornya.

8 Emulator iOS Paling Ringan dan Recomended untuk PC

1. Ripple

Ripple

Emulator untuk iOS sedikit berbeda dengan emulator android. Jika emulator android selama ini kita mengenalnya sebagai software utuh yang harus diinstal pada sebuah sistem operasi, maka emulator untuk iOS hadir dengan berbagai macam bentuk, salah satunya Ripple.

Ripple sendiri merupakan emulator yang bisa dipakai untuk menjalankan aplikasi iOS dengan menggunakan konsep ekstensi Chrome. Alih-alih harus menginstalnya pada sistem, Anda hanya perlu mengunduhnya dari ekstensi browser.

Ripple merupakan emulator untuk iOS yang lebih diperuntukkan bagi developer. Terutama Anda yang aktif bekerja dengan Flutter atau multiplatform app dan HTML5. Karena emulator ini dilengkapi dengan banyak fitur developer tools.

Fitur-fitur yang dimiliki oleh Ripple dan bisa dimanfaatkan untuk proses developing antara lain Automated Testing, HTML DOM Inspection untuk melakukan debugging pada struktur DOM HTML Anda, dan JS Debugging yang sangat bermanfaat untuk mencari bug pada kode Javascript.

2. Appetize.io

Appetize.-io

Appetize.io adalah emulator iOS yang paling kami rekomendasikan pada daftar ini. Karena emulator iOS yang satu ini memiliki user experience yang paling mudah. Apalagi jika Anda sudah pernah menggunakan perangkat iOS sebelumnya, maka tidak membutuhkan adaptasi yang terlalu lama.

Konsepnya pun sangat unik. Anda tidak perlu memikirkan spesifikasi tinggi seperti layaknya saat menggunakan emulator android seperti Bluestack. Hal ini dikarenakan Appetize.io adalah emulator yang berbasis web. Jadi, untuk menggunakannya Anda hanya perlu mengunjungi webnya.

Emulator ini memiliki konsep freemium. Artinya Anda akan diberikan akses gratis untuk 100 menit pertama saja. Selanjutnya, Anda akan dikenakan biaya 0,05 USD per menitnya. Harga yang cukup sepadan untuk berbagai keperluan seperti developing software.

3. Xcode

Xcode

Khusus bagi Anda yang menggunakan Mac, Anda bisa mencoba emulator yang satu ini. Xcode sendiri adalah emulator yang hanya tersedia di Mac dan tidak akan bisa dijalankan di Windows. Hal ini dikarenakan Xcode merupakan emulator yang dirilis oleh pihak Apple sendiri. Jadi kualitasnya tidak perlu diragukan.

Melalui software ini, Apple memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengembangkan aplikasi atau sistem yang akan dirilis ke iOS, macOS, iPadOS, tvOS, dan watchOS. Untuk keperluan developing ini, Xcode menyediakan banyak fitur testing.

Beberapa fitur testing yang akan sangat membantu dari Xcode antara lain ada rotasi layar, emulasi klik, endless scroll, dan masih banyak interaksi lainnya.

Jika Anda tertarik menggunakan Xcode, Anda bisa mengunduhnya melalui situs Apple Developer di https://developer.apple.com/xcode/. Pada web tersebut klik tombol download dan masukkan Apple ID Anda.

Ada satu lagi yang harus diperhatikan sebelum menggunakan emulator ini. Yaitu spesifikasi. Mengingat Xcode mensyaratkan spesifikasi yang relatif tinggi. Yaitu :

Spesifikasi Minimum Xcode
OS macOS Mojave (10.14.4) untuk Xcode 11.0

macOS Catalina (10.15.2) untuk Xcode 11.5

GPU N/A
CPU Intel Core i5 atau Intel Core i7
RAM 8 GB
Memory 256 GB
Minimal Memori tersisa 10,41 GB

4. TestFlight

TestFlight

TestFlight adalah emulator iOS yang sama seperti Xcode dari segi kepemilikan. Ya, TestFlight merupakan emulator yang kini menjadi milik Apple dan hanya bisa dijalankan pada perangkat Mac. Emulator ini sering digunakan untuk melakukan beta test pada aplikasi iOS yang disandi menggunakan Xamarin.

Emulator ini bisa digunakan secara bebas karena gratis dan bisa langsung didownload dari App Store. Di sini, Anda bisa melakukan testing pada aplikasi yang akan dijalankan di watchOS, iOS, iMessage, dan tvOS.

Sayangnya TestFlight memiliki sedikit kekurangan yaitu penggunaannya yang cenderung sulit dan rumit. Apalagi Anda sebagai pengguna juga diwajibkan untuk membuat App Store Distribution Provisioning Profile.

Tapi jika Anda masih berminat menggunakannya, pastikan Anda memenuhi spesifikasi minimum menggunakan TestFlight yaitu minimal sistem operasi iOS 8 (iPhone, iPod Touch, iPad). Ukuran emulator ini sendiri cukup kecil yaitu 39,3 MB saja.

jadi berbeda dengan Xcode, TestFlight benar-benar tidak memberikan syarat yang sangat berat. Namun tentu saja ada banyak perbedaan fitur diantara keduanya.

5. Remoted iOS Simulator for Windows

Remoted-iOS-Simulator-for-Windows

Rekomendasi emulator iOS untuk PC lainnya adalah Remoted iOS Simulator for Windows. Seperti yang bisa dibaca pada namanya, emulator ini dikhususkan bagi Anda yang menggunakan sistem operasi Windows.

Software ini sendiri merupakan bagian dari Xamarin pada program Microsoft Visual Studio. Emulator untuk iOS ini tersedia secara gratis dan bebas digunakan pada PC Anda.

Di bagian atas software ini, memiliki toolbar dengan menu yang memudahkan penggunanya seperti Lock, Home, Screenshot, dan Settings. Di bagian settings-nya sendiri Anda bisa mengaktifkan fitur semacam Touch ID.

Touch ID adalah fitur yang sangat menarik karena mampu mensimulasikan kondisi bergerak, statis, rotasi, gestur guncangan, dan lain-lain. Sangat cocok bagi Anda yang sedang mengembangkan aplikasi dengan fitur serupa untuk perangkat iOS.

Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda bisa melihat bagaimana aplikasi Anda bekerja dengan keadaan-keadaan di atas. Tentunya debugging akan lebih mudah dilakukan karena sistem belum dicoba pada perangkat nyata.

Sayangnya Remoted iOS Simulator for Windows tidak bisa dijalankan pada sistem operasi Windows lama. Minimal versi Windows yang bisa menjalankan emulator ini adalah Windows 10 32 / 64 bit. Jadi pastikan PC Anda sudah menggunakan Windows versi ini.

Untuk ukurannya, tidak perlu khawatir karena software ini memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu 18,34 MB saja.

6. Electric Mobile Studio

Electric-Mobile-Studio

Electric Mobile Studio adalah salah satu emulator iOS yang memiliki user interface cukup bagus. Sayangnya emulator yang satu ini berbayar. Tapi jangan khawatir, jika Anda ingin mencobanya dulu, mereka menyediakan trial secara gratis selama 7 hari.

Karena berbayar, tentunya fitur yang disediakan lebih lengkap dan sangat bermanfaat bagi developer. Di sini, Anda akan mendapatkan fitur seperti emulasi nyata dari iPhone, iPad, responsive apps yang dapat diluncurkan melalui web browser.

Menariknya lagi, Anda juga bisa menggunakan emulator iOS untuk PC ini di dua perangkat sekaligus. Emulator ini banyak dipilih oleh para developer terutama yang menggunakan Windows 10 karena sistem integrasi yang sangat baik.

Electric Mobile Studio dapat diintegrasikan dengan WebKit dan debugging tools di Chrome. Selain itu emulator ini juga bisa langsung diintegrasikan pada perangkat iPhone menggunakan Microsoft Visual Studio.

Dengan fitur-fitur di atas, seharusnya aktivitas pengembangan aplikasi atau software untuk perangkat iOS menjadi lebih cepat dan performanya semakin baik. Dukungan fitur dan integrasi yang cukup banyak tersebut seharusnya sepadan untuk harga yang harus dibayar.

Spesifikasi minimum untuk menggunakan aplikasi ini cukup simpel karena Electric Mobile Studio bisa dipakai di hampir semua versi Windows modern seperti Windows XP, Windows 7, Windows Vista, Windows 8 32/64 bit, dan Windows 10 32/64 bit.

7. iPadian

iPadian

Emulator iOS yang ketujuh adalah iPadian. Berbeda dengan emulator sebelumnya, iPadian merupakan emulator yang bisa dipakai dengan bebas karena gratis. Emulator ini bisa dibilang merupakan salah satu emulator terbaik karena selain bisa dipakai di PC, bisa juga dijalankan pada perangkat android.

Selain dukungan perangkat yang luas, fitur dan tampilan iPadian turut membuatnya menjadi emulator iOS yang sangat berkualitas. Di sini Anda bisa menggunakan fitur-fitur asli pada iPhone seperti Siri, iMessage, WatchOS, maupun tvOS.

Secara tampilan iPadian memiliki user interface yang sangat mirip dengan perangkat iPhone maupun iPad. Sehingga jika Anda sedang mengembangkan software untuk kedua perangkat ini, bisa langsung melihat kecocokan software Anda pada layout iPhone atau iPad secara nyata.

Secara user experience, aplikasi ini juga sangat ramah pengguna sehingga Anda tidak perlu kesulitan untuk beradaptasi. Adapun syarat spesifikasi minimum untuk aplikasi ini yaitu :

Spesifikasi Minimum Xcode
OS Windows 7 32/64 bit

Windows 8 32/64 bit

Windows 10 32/64 bit

RAM 512 MB
Memory 50 MB
Minimal Memori tersisa 47,43 MB

8. Air iPhone Emulator

Air-iPhone-Emulator

Jika Anda pernah menggunakan Bluestack untuk emulator android, maka Air iPhone Emulator adalah emulator yang hampir sama. Secara user interface Anda akan mendapati sebuah tiruan perangkat iPhone atau iPad di layar lengkap dengan semua aplikasi yang dimilikinya.

Oleh karena itu tak heran jika aplikasi ini menjadi pilihan banyak orang dalam menjajal aplikasi dan fitur – fitur yang ada di dalam iPhone.

Namun, jika Anda ingin menggunakan emulator iOS ini, Anda wajib menginstal Adobe Air. Air iPhone Emulator hanya bisa berjalan menggunakan plugin dari produk Adobe tersebut.

Aplikasi ini sangat cocok untuk testing tahap akhir aplikasi iOS yang sedang Anda bangun. Anda bisa melihat bagaimana aplikasi Anda berjalan pada perangkat nyata. Sekaligus melakukan pengujian pada layouting aplikasi yang telah dibuat sebelumnya.

Dibalik kelebihannya, Air iPhone Emulator bukanlah emulator yang sepenuhnya stabil. Masih ada beberapa kekurangan yang membuat aplikasi ini kurang nyaman digunakan. Salah satunya adalah ada beberapa aplikasi dalam software yang tidak bisa dipakai.

Di sini juga tidak terdapat browser yang bisa dipakai. Jadi, jika aplikasi yang sedang Anda kembangkan membutuhkan dukungan browser, tidak direkomendasikan untuk menggunakan emulator ini.

9. MobiOne Studio

MobiOne-Studio

Jika Anda mencari emulator iOS yang dikhususkan bagi para developer aplikasi iOS, maka MobiOne Studio adalah jawaban yang tepat. Developer aplikasi ini benar – benar menyiapkan MobiOne Studio sebagai aplikasi yang akan memanjakan para developer.

MobiOne dibangun dengan HTML5 hybrid native application bermodel pada Cordova / PhoneGap FW. MobiOne akan sangat memudahkan penggunanya dalam membangun aplikasi iOS. Aplikasi ini memiliki kompatibilitas yang baik untuk versi iPhone terdahulu.

Jadi, Anda bisa membangun sebuah aplikasi iOS dengan kompatibilitas yang sesuai dengan standar Apple. Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah Anda bisa menerima live notification dari aplikasi dan juga bisa langsung membagikan hasil pekerjaan Anda kepada orang lain melalui email.

MobiOne Studio juga memberikan kendali pada penggunanya untuk menginstall aplikasi dari luar App Store. Sehingga Anda akan merasakan bagaimana menggunakan iPhone yang sudah di-Jailbreak.

Untuk developing mode, ada dua mode yang bisa dipakai. Yaitu iPhone dan iPad. Kedua mode ini memiliki perbedaan salah satu yang paling mencolok tentu di sisi layout.

Konsep dari emulator ini tidak jauh dari Flutter. Prinsip kerjanya pun sama, yaitu “write one, run anywhere”. Artinya Anda hanya perlu menulis satu jenis kode dan dapat menjalankannya baik pada perangkat iOS maupun android. Sangat simpel bukan?

Hingga tulisan ini dibuat, MobiOne Studio sudah mencapai versi 2.3.0.

10. iPhone Simulator

iPhone-Simulator

Jika Anda masih belum cocok dengan emulator yang telah kami bagikan di atas, mungkin Anda bisa mencoba software yang satu ini, iPhone Simulator. iPhone simulator sendiri merupakan emulator untuk iOS yang memiliki segudang fitur menarik dan mirip dengan iPhone asli.

Selain fitur, user interface juga didesain agar terlihat semirip mungkin dengan perangkat iOS. Kompatibilitasnya juga sangat baik sehingga jika Anda sedang mengembangkan aplikasi iOS tidak perlu usaha dua kali untuk memikirkan kompatibilitas aplikasi Anda karena bisa langsung dites pada emulator ini.

iPhone Simulator juga bisa menjalankan aplikasi safari, App Store, Notepad, Kalkulator, Jam, dan banyak aplikasi pada iPhone lainnya dengan cukup baik.

Meskipun mempunyai banyak fitur, iPhone Simulator tetap memiliki batasan. Yaitu tidak adanya debugging yang tersedia untuk para developer. Jadi, kami rekomendasikan untuk menggunakan iPhone Simulator sebagai testing tahap awal pengembangan saja.

11. Smartface

Smartface

Di daftar ke-11 aplikasi emulator iOS kita punya Smartface. Emulator ini memberikan fitur testing yang cukup lengkap termasuk fitur debugging untuk pengembangan aplikasi. Anda juga bisa melakukan pengunduhan aplikasi secara langsung dari App Store yang tersedia pada emulator ini.

Bekerja dengan Smartface sangatlah menyenangkan. Selain user interface yang tampak modern, aplikasi ini juga sangat mudah digunakan. Untuk menggunakannya, Anda cukup menginstalnya pada perangkat host dengan App Store, lalu bangun koneksi dengan PC Windows.

Akan tetapi, jika Anda menggunakan PC Windows, maka jangan lupa untuk menginstal iTunes dulu pada perangkat Anda. Ini digunakan sebagai media integrasi antara akun Apple dan PC.

Setelah Smartface berhasil diinstal, Anda akan dengan mudah melakukan debugging dan pengembangan aplikasi menggunakan emulator iOS ini.

Fitur debugging di sini pun sangatlah lengkap. Beberapa diantaranya yaitu breakpoints dan perubahan kode secara realtime. Selain itu, Anda juga bisa mencobanya menggunakan perangkat android.

Menariknya lagi, dengan segudang fitur yang memudahkan para penggunanya, Smartface tersedia secara gratis dan bisa langsung digunakan setelah Anda mengunduhnya.

Kelebihan Emulator iOS

Kelebihan-Emulator-iOS

Dari penjelasan masing-masing emulator di atas, dapat terlihat bahwa emulator iOS sangat mendukung aktivitas pengembangan software untuk perangkat ini. Jadi, selain dapat mencoba fitur-fitur yang ada pada iPhone dan iPad, pada developer juga sangat dimanjakan dengan fitur yang dimilikinya.

Selain itu dari segi ukuran, emulator iOS memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan emulator android yang bisa menghabiskan memori hingga bergiga-giga.

Masing-masing emulator tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tentukanlah pilihan Anda berdasarkan kebutuhan developing aplikasi maupun hanya mencoba fiturnya saja. Pertimbangkan juga menggunakan emulator iOS berbayar jika dirasa memang membutuhkan fitur yang lebih lengkap.

 

Lihat Juga :