Debutan dengan Balutan Skill yang Brilian

Jumat, 2 November 2018 08:12 WIB

Tak terasa Piala AFF 2018 sudah didepan mata dan kurang dari sebulan lagi kita akan segera menjadi saksi perjalanan Timnas Garuda. Setelah berulang kali menjadi finalis, tim Merah Putih diharapkan mampu merebut gelar juara tahun ini meski rintangan tidak pernah mudah. Timnas tergabung di Grup B bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Untuk lolos ke semifinal, otomatis Indonesia harus finis di posisi dua teratas Grup B. Singapura yang akan jadi adangan pertama Tim Merah Putih, 9 November 2018. PSSI sendiri baru saja menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Awalnya, mereka meminta Luis Milla untuk bekerja sebagai pelatih kepala. Namun, entah apa alasannya, negosiasi di antara kedua pihak tak berjalan mulus hingga Bima Sakti dijadikan solusi.

Jika melihat filosofi permainan yang diterapkan oleh Bima Sakti, maka kita juga melihat ada gaya permainan yang sama dengan Luis Milla. Umpan-umpan pendek berbalut sedikit umpan panjang menjadi identitas permainan Indonesia. Thailand yang memiliki pengalaman serta peraih gelar terbanyak di ajang ini, Filipina dengan kekuatan naturalisasi yang tidak main-main, Singapura memiliki daya ledak yang tidak di duga-duga serta Timor Leste yang mengandalkan power dan endurance. Jika kita melihat kemampuan masing-masing peserta maka kita juga harus lebih percaya diri lagi menatap ajang ini karena dengan kemampuan yang kita miliki sesungguhnya kita layak menjadi juara AFF 2018. Karena kita memiliki skuat yang sangat komplit serta memiliki skill yang layak untuk diadu. Untuk itu kita akan membedah siapa saja debutan yang layak memebela merah putih nanti.

Di sektor kiper kita memang kehilangan sosok Kurnia Meiga Hermansyah yang kemampuannya tidak perlu kita ragukan lagi. Namun kita patut berbangga dengan lahirnya kiper-kiper handal lainnya. Satu nama yang perlu dicoba yakni Muhammad Ridho asal klub Borneo Fc. Reflek yang cepat serta mampu membaca arah serangan lawan menjadi keunggulan bagi dirinya. Hal ini menjadi pengobat rindu dari sosok Kurnia Meiga dibawah mistar gawang. Di sektor lini belakang saya melirik fullback Bhayangkara Fc yakni Alsan Sanda Masat Putra. Kemampuan olah bolanya sangat baik dikedua kakinya yang membuat dirinya mampu beroperasi disektor bek kiri maupun kanan. Di era sepakbola modern ini setiap pemain di tuntut memiliki kemampuan multiposisi.

Beralih diposisi gelandang, pemain naturalisasi anyar asal Sriwijaya Fc yakni Esteban Gabriel Vizcarra dapat menjadi opsi selanjutnya. Dapat mengatur tempo serangan, driblling diatas rata-rata pemain kaliber Asia Tengara serta memiliki visi bermain yang sangat baik merupakan advantage dari dirinya. Tanpa mengecilkan pemain “Asli” Indonesia lainnya, skill yang dimiliki Vizcarra memang sangat dibutuhkan untuk turnamen sekelas AFF. Yang mana menjadi panggung seluruh pemain terbaik Asia tenggara. Satu lagi gelandang yang layak mengenakan seragam merah putih yaitu Irfan Jaya. Pemain ini adalah bukti jikalau Indonesia tidak pernah kekurangan stok winger muda dan berbakat. Lincah, mampu menusuk pertahanan lawan serta dapat memecah kebuntuan adalah gambaran dari seorang Irfan Jaya.

Maju sedikit ke sektor depan, striker haus gol Alberto “Beto” Goncalves layak menjadi target man Timnas saat ini. Meskipun usianya telah mencapai 37 tahun, namun bagi dirinya usia hanyalah angka. Pengalaman lebih dari 10 tahun di Liga Indonesia merupakan bekal dirinya untuk menjadi penyerang utama Timnasional. Mantan pemain Persipura ini dibekali skill lengkap, diantaranya memiliki heading yang kuat, fisik yang masih prima, tipikal striker finisher serta mampu membuka ruang. Jika Beto sedang mengalami masalah, Indonesia memiliki striker lainnya yang patut dicoba yakni Dedik Setiawan. Berbeda dengan Beto, Dedik tipikal striker yang mengandalkan kecepatan dan determinasi. Saat ini pun ia menghiasi jajaran top skor lokal di Liga 1 2018. Di usia yang masih muda sekarang, Dedik pun seharusnya semakin berkembang, agar Indonesia tidak selalu mengandalkan cara-cara Instan ala PSSI yakni Naturalisasi.

AFF 2018 digelar mulai 8 November hingga 15 Desember 2018, saatnya bagi Merah Putih untuk mampu meraih gelar yang sudah kita idam-idamkan selama ini. Apalagi Timnas kembali menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak tahun 2010. Kita tahu SUGBK merupakan neraka bagi tim lawan, jika tim sekelas Uruguay yang pernah menjadi kampiun Piala Dunia saja dulu bisa kita kalahkan, maka tidak mugkin bagi kita untuk menjadi yang terbaik di ASEAN.

Bung Karno berkata Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Mungkin bagi kami saat ini, Berikan aku 70.000 penonton akan ku getarkan kaki pemain lawan dan kuruntuhkan mentalnya. Dan beri aku 11 pemain terbaik Indonesia maka akan kutaklukan semua lawan dari seluruh penjuru dunia.

Penulis: Ardian Aji Prabowo

Berita Terkait