Gajah Berwarna Biru, Kosin Hathairattanakool

Rabu, 5 Desember 2018 15:27 WIB

Sejak kali pertama panggilan hati itu datang, seorang gadis kecil itu ikut-ikutan ayahnya menonton sepak bola nasional. Meski baru mengenal dunia olahraga yang  mayoritas disukai anak laki-laki, dia tetap duduk di depan TV sembari memencet tombol di HP nya, untuk mengirim komentar yang ramai digunakan beberapa suporter untuk menyatakan dukungannya.

Kala itu si gadis memang tidak tahu siapa dia dan siapa namanya. Kenangan pertama pun dia lupa secara persis bagaimana aksinya di lapangan. Tapi, dia melihat banyak suporter (yang baru diketahui juga sebutan itu) yang berkaos biru datang menghampirinya, memeluknya, hingga tangisan yang pecah. 8 tahun yang lalu.

...

Aksi pertamanya saya lupa persis seperti apa, yang jelas Persib Bandung kala itu hanya kebobolan satu gol yang dijaga oleh penjaga gawang Timnas Thailand, Sinthaweechai Hathairattanakool, dan panggilan yang saya sering dengar untuknya adalah Kosin. Persib pun berhasil menyarangkan enam gol nya ke gawang Persik Kediri di lanjutan Indonesia Super League (ISL) kala itu. Laga itu menjadi ratusan menit-menit terakhir dari penjaga gawang kelahiran 23 Maret 1982 untuk berada di Indonesia, khususnya di Kota Bandung.

Laga perpisahan sesungguhnya adalah ketika Persib menghadapi Persisam Samarinda di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Malam itu, adalah malam yang biru. Stadion membiru dengan dihadiri penuh oleh para Bobotoh, sedangkan malam yang haru biru karena Kosin, untuk kedua kalinya, melakukan salam perpisahan dengan Bobotoh. Di laga yang menyisakan kurang lebih 10 menit, Kosin ditarik keluar dan digantikan oleh penjaga gawang Timmas Indonesia, Markus Horison. Riuhan tepuk tangan seisi stadion (meskipun saya hanya menonton di layar kaca), dan beberapa ucapan terima kasih yang ditujukan untuknya, betapa Bobotoh bakal sangat merindunya.

Saya sedih, bukan karena perpisahan itu. Saya sedih karena perpisahan Kosin adalah ketika saya baru mengenal ia belum lama. Dia adalah pemain hebat asal Negeri Gajah Putih. Tapi ia bukan seekor gajah putih, tapi ia adalah seekor gajah biru bagi saya.

Kosin, sudah berseragam Timnas Thailand sejak kelompok usia umur, hingga pengabdian terakhirnya ketika Thailand kalah dari Australia 1-2, dia sudah mengumumkan untuk gantung sepatu pada 7 September 2017. Dan pada tanggal 14 Oktober lalu menjadi laga testimonial perpisahan Kosin dengan Timnas Thailand. Kosin menjadi starter pada laga itu, melawan Timnas Trinidad dan Tobago.

Di suatu sudut tribun Stadion Suphan Buri, terbentang logo Persib yang dibawa oleh sekelompok suporter Persib, yang banyak diberitakan di beberapa media, untuk melihat penampilan Kosin di bawah mistar untuk terakhir kalinya memakai baju kebesaran The War Elephants.

14 tahun karir sepak bolanya di Timnas Thailand, hingga persembahan torehan piala di beberapa turnamen, membuktikan kualitas penjaga gawang ini untuk selalu menjadi andalan di bawah mistar Thailand. Apalagi untuk Persib Bandung.

Penampilannya Berseragam Pangeran Biru

Meski bisa dibilang keberadaannya di Persib sangat singkat, tapi penampilan penjaga gawang berambut gondrong selama berseram biru menaruh tempat yang spesial di hati Bobotoh (apalagi saya). Meski banyak deretan penjaga gawang terbaik yang pernah berseragam Persib. Memori itu telah menjawab segalanya. Mungkin satu pertanyaan yang bagus, kenapa Kosin setelah pernah berseragam Persib, tidak mencoba petualangannya ke klub lain di liga tertinggi Indonesia? Dugaan saya jawabannya hanya satu, dia cinta Persib dan Bobotoh. Itu saja.

Dia adalah seekor gajah, yang dengan postur tubuhnya dan ruang gerak yang luas di area pertahanan, dia bagaikan seekor gajah besar yang menutupi sebuah gawang dari masuknya bola ke jala gawangnya. Kosin, meski hanya 33 kali penampilannya di satu musim 2005-06, dan satu musim lagi dengan hanya 11 kali penampilannya pada 2009-10 saat dipinjamkan oleh klub nya saat itu, Chonbury FC. Kosin telah menorehkan namanya di hati Bobotoh dan sampai kapanpun, ia adalah salah satu penjaga gawang dan pemain asing terbaik yang pernah dimiliki Persib. Meski tanpa piala yang ia persembahkan.

Terima kasih, Kosin Hathairattanakool.

Penjaga gawang yang sudah tak gondrong lagi.

Penulis: Ziza Ramdani

Berita Terkait